Ngaos.

﴾ *Mengubah Konflik Jadi Cinta* ﴿

Menikah....tidak cukup hanya berbekal cinta.
Menikah harus berbekal niat, motivasi yang lurus untuk beribadah. Bisa jadi sebelum menikah belum atau tidak ada rasa cinta dengannya.

Namun ketika engkau sudah menikah... engkau harus terus belajar menumbuhkan cinta itu, hingga tidak ada alasan lagi untuk berhenti mencintainya...
Subhanallah indahnya...

Ada 5 Tahap Kehidupan Pernikahan...

✒️Tahap 1 Romantic Love
✒️Tahap 2 Dissapointment or Distress
✒️Tahap 3 Knowledge and Awareness
✒️Tahap 4 Transformation
✒️Tahap 5 Real love

📝Tahap 1 (Darling I Love You Now)

Adalah tahapan pernikahan yang penuh dengan keromantisan cinta, keindahan, gelora cinta yang menggebu. Semua terasa indah dan bahagia asal selalu berdua...

Kisaran waktunya sekitar 3-5 tahun.
Jadi ketika ada orang yang berpacaran 3 atau sampai 5 tahun...begitu mereka menikah, tahap Romantic Love nya sudah lewat.

Yang ada adalah tahap ke 2 dimana saling melihat realita yang ada, saling kecewa., marah, menyalahkan.

Itulah hikmahnya mengapa dalam Islam tidak ada pacaran sebelum nikah. Yang ada adalah pacaran sesudah nikah. Supaya bisa benar-benar melewati tahap Romantic Love secara halal dengan puas. Subhanallah...

📝Tahap 2 ( Kok ternyata begitu?)

Pada tahap ini suami istri mulai melihat realitas-realitas hidup yang sesungguhnya, mulai melihat cela pada pasangan, saling menyalahkan, marah, kecewa.

Ada kekagetan tertentu yang tidak mereka duga atau tidak mereka bayangkan sebelum pernikahan. Kaget dengan kepribadian, karakter, sifat, sikap, perilaku dan kondisi lainnya. Ini tahapan yang menentukan. Usahakan jangan berlama-lama pada tahapan ini. Hanya kita yang bisa mengeluarkan diri dari tahapan ini.

Contoh sederhana yang bisa jadi konflik/ masalah. Seorang suami yg mempunyai kebiasaan ngorok / mendengkur ketika tidur, di tahap 1, itu tidak menjadi masalah, malah mungkin ngoroknya suami terdengar seperti nada atau irama cinta. Tapi ketika itu hadir ada pada tahap 2, hal sepele itu bisa jadi bahan pertengkaran dan jadi konflik yang besar.

📝Tahap 3 (Oh... Kamu seperti itu ya?)

Pada tahap ini mulai saling memahami karakter dan kepribadian masing-masing.
Contoh kasusnya ngorok suami, sudah tidak jadi masalah lagi. Sudah faham dan menerima, ya itulah keadaan suami saya.
Malah mungkin akan merindukan dengkuran itu di saat suami tidak ada di sisi kita.

📝Tahap 4 (Aku semakin membutuhkanmu)

Pada tahap ini sudah ada kematangan hubungan. Tumbuh rasa membutuhkan. Timbul sikap saling menghargai dan menghormati.
Berusaha membahagiakan pasangan..
Ada pemahaman yang menyeluruh dalam mensikapi perbedaan atau konflik yang terjadi.

📝Tahap 5 (Aku mencintaimu seperti apapun dirimu)

Chemistry kesejiwaan sudah benar-benar terwujud secara nyata.
Menyatu di kedalaman cinta yang sejati, yang menyatukan hingga maut menjemput.
Subhanallah...

Kehidupan mereka akan dipenuhi keceriaan, kebahagiaan, kemesraan, keintiman dan kebersamaan dengan pasangan. Bahkan akan terasa seperti pengantin baru lagi. Kembali merasakan jatuh cinta lagi.
MasyaAllah... indahnya...

🛡️Kata Kunci

Nikmati masa Romantic Love seoptimal mungkin.
Upayakan memperlama masa ini agar kalian bisa mendapatkan kebahagiaan dalam waktu yanh panjang

Lalui tahap ke 2 secepat mungkin, agar terhindar dari keadaan yang tidak menyenangkan, bahkan kegagalan pernikahan

Berusaha bersungguh-sungguh memahami dan menerima pasangan.
Hal ini membuat tahap 3 dan 4 berjalan mulus dan bersambung tidak terputus.

📑Konflik

Konflik tidak datang secara tiba tiba. Ada proses dan tingkatan.

✒️ Konflik ada di batin atau perasaan, dipendam dalam hati dan fikiran. Ada ketidakcocokan, ketidaknyamanan, tapi tidak muncul dalam ucapan, sikap atau tindakan.

✒️ Konflik sudah sama-sama diketahui, sudah tampak di permukaan dan mulai timbul percekcokan, pertengkaran dan perlawanan

✒️ Konflik sudah berupa tindakan fisik, tamparan, pukulan bahkan mungkin dengan senjata tajam.

📑Cara Menghindari dan Menyelesaikan Konflik

Deteksi sedini mungkin konflik di tingkat pertama, agar segera mencari jalan keluar.
Jangan berlarut larut. Keluarlah pada level pertama konflik

Bila sudah mulai merasakan konflik, jangan menjauh dari pasangan.
Mendekatlah, komunikasi, diskusi.
Jarak fisik anda bisa menandakan jarak psikologis yg sedang terjadi...

Akhirnya...
Yuk berusaha selaraskan perbedaan...
Mengalah...
Masalah?selesaikan... lupakan...

Yuk rubah konflik jadi cinta...
Selamat jatuh cinta kembali dengan pasangan kita.

Mencintainya selamanya...sampai maut menjemput....

Subhanallah....!

Yai Miftah
Allahumma sholli Wasallim Wabaarikh 'alaa Sayyidina Muhammad
Semoga bermanfaat, 

Mohon fatihah untuk kami agar di ridhoi Allah Subhanahu wa Ta'ala


Comments

Popular posts from this blog