Dia My Jannah. "Pak, tolong berhenti di masjid sebentar nggeh," ucapku pada sopir. Siang itu terik sekali, debu-debu nampak menari riang di antara deretan mobil di jalanan. Suasana sejuk di dalam masjid teramat mendukung sayup mataku. Lelah sekali. Kupejam sebentar bola mataku. Ah, sayang sekali perpisahan dengan kawan pesantren semalam masih saja melayang-layang dan menutup pintu masuk ruang mimpiku. Surabaya, kota yang tak pernah kukunjungi sebelumnya. Terlalu singkat memang, mengingat sore lalu aku masih di dapur pesantren menyiapkan buka puasa. Kedatangan ayahku selepas maghrib kemarin, tanpa sebuah rencana ternyata menjadi akhir ceritaku dengan pesantren kebanggaan kami di Bojonegoro. Semula, sudah kulepas mimpiku dari mengharap kelulusan beasiswa kuliah sembari menghafal Al Qur'an di sebuah Yayasan. Mungkin teramat mengejutkan, namun tak ada yang terlewat dari kehendak Tuhan. Apapun itu, antusias kusambut lembaran baru takdir hidupku....
Posts
- Get link
- X
- Other Apps
BERTEDUH DALAM KENANGAN. G enggaman masih terasa hangat tak terlupa B aru saja kemarin, senja sore meminjamkan ruang bersama In dahnya bintang, serta antusias menyanding tawa. Ha ri itu.. senyum merajai hati, bahagia menguasai jiwa. Ku hentakan kaki seraya mengejar rotasi bumi Se kuat tenaga ku peluk waktu agar tak lekas berlari. En tahlah.. ia tak juga mau mengerti, D engkuh hati yang meneriakan jangan pergi. R intik hujan menyisakan khasnya aroma M ewangikan senggama rindu di pelupuk mata M engingatkan katamu agar aku memandang cakrawala. Ya ng tak bosan menjadi penyatu pandangan kita. Ka u yang jauh.. Le aslah berlabuh, Pe tiklah tujuan dan lekaslah pulang Ha biskan sisa seyum yang belum sempat tertuntaskan. Da n jemputlah aku, yang sedari tadi berteduh dalam kenangan. #hanya untuk lomba.
- Get link
- X
- Other Apps
Imam Hafs dan Imam Syu’bah, Dua Perawi Qira’at Imam Ashim Setiap teori akan terus eksis jika generasi penerusnya melanjutkan dan menyebarkan teori tersebut. Pun demikian, setiap manhaj qira’at (metode atau variasi bacaan Al-Qur’an) tertentu akan tetap eksis selamanya jika para generasi penerusnya melanjutkan dan menyebarkan manhaj tersebut. Generasi yang berjasa mengenalkan dan mesyiarkan ke masyarakat luas itu disebut perawi. Dalam ilmu qira’at, para imam qira’at, seperti Imam Ashim, berposisi sebagai peramu manhaj atau pemilik qira’at yang dihasilkan dari penyeleksian dan dilestarikan sebagai qira’at bacaanya. Sementara perawi dari imam qira’at berposisi sebagai pelanjut manhaj bacaan sang imam dan memperkenalkannya kepada khalayak masyarakat. Sedangkan perawi berikutnya dari perawi pertama berposisi sebagai yang mengembangkan dan melestarikan bacaan sang imam. Perawi dari perawi pertama ini disebut “thariq” atau jalur perawi. ...
- Get link
- X
- Other Apps
Oleh: Ustadz Sarwat Lc. MA Penggagas rumah fiqih. Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Apabila seorang wanita mengimami seorang makmum wanita, maka makmum wanita berdiri di samping kanan dari imam wanita. Posisi ini sama persis dengan aturan shaf shalat bagi dua orang laki-laki yang melakukan shalat berjamaah. Namun apabila seorang wanita mengimami jamaah dari para makmum wanita, maka imam wanita berdiri di tengah-tengah shaf para makmum wanita yang berada di barisan paling depan. Pendapat ini sebagaimana bersumber dari hadits yang diriwayatkan dari Aisyah Binti Abu Bakar RA dan Ummu Salamah RA: Dari Ibnu Abbas radhiyallahuanhu bahwa seorang wanita mengimami jamaah shalat dari kaum wanita, dan ia (imam) berdiri di tengah-tengah mereka (yang ada di barisan paling depan).” Ibnu Qudamah dari mazhab Al-Hanabilah mengatakan bahwa wanita dianjurkan untuk ber-istitar (berada di tempat yang tertutup), maka berada di tengah-tengah para jamaah makmum wanita akan menjad...
- Get link
- X
- Other Apps
Oleh: Ustadz Muhammad Idris* Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Shalat jamaah hubungan dan ikatan shalat antara imam dan makmum. Oleh karena itu, dalam praktiknya harus terdiri minimal dua orang, satu sebagai imam dan yang satu sebagai makmum. Esensi dari shalat jamaah adalah seorang makmum harus selalu mengikuti imam dalam melakukan atau tidak melakukan suatu pekerjaan, selain itu pekerjaan/gerakan yang dilakukan oleh makmum harus setelah gerakan imam dengan tenggang waktu yang tidak lama. Apabila makmum melakukan pekerjaan yang mengesankan ketidakserasian yang mencolok antara imam dan makmum, maka jamaahnya bisa-bisa akan batal karena tidak terjalinnya mutaba’ah yang semestinya, berbeda dengan kasus mufaraqah. Dalam shalat jamaah juga yang menjadi tolok ukur jarak antara imam dan makmum adalah tumit, bukan jari-jari kaki. Dalam artian, tumit si makmum tidak boleh lebih depan dari tumit imam. Apabila hanya sejajar, hukumnya makruh namun tidak sampai membatalkan shalat. ...
- Get link
- X
- Other Apps
Kajian Kitab Wasiyatul Musthofa. Ust. Imam Syafi'i, Tanda-Tanda kiamat sudah dekat. A. Ketika perempuan sudah puas dengan suami perempuan. Atau sebaliknya. B. Ketika orang mengaku nasab dari org baik. C. ketika sudah banyak orang yang mengaku keluarga orang-orang yg mulia D. Ketika banyak anak muda yang tdk menghormati yang tua, pda org tua, guru. * Seakrab apapun guru denganmu jangan anggap ia sekedar teman. E. Ketika yang tua tidak menghargai anak anak. * manusia tdk akan selamat dr 4 pertanyaan. 1.Umurmu untuk apa ? 2. Jasadmu untuk apa? 3. Hartamu untuk apa? *Orang membantu fuqoro' masakin pahalanya: - Jihad di sabilillah. - Bagaikan orang yang bersujud sepanjang malam. - Bagaikan orang yg berpuasa setiap hari tak pernah berhenti. 4. Ilmumu untuk apa? Syeh Abi Qosim Al junaidi Al Baghdadi ilmu bermanfaat yg di gunakan utk mengetahui peraturan Allah Imam Malik -> Ilmu yang di gunakan untuk melakukan amal taat kepada Allah. Syech Ibnu A...
- Get link
- X
- Other Apps
Rabi'ah bin Abu Abdurrahman Farrukh at-Taimi al-Madani ( Arab : ربيعة بن فرّوخ التيمى المدني ), juga dikenal sebagai Rabi'ah ar-Ra'yi , adalah salah seorang Tabi'in termuda; yang merupakan ahli fiqih , hadits , serta mujtahid ternama dari kota Madinah . [1] [2] [3] Julukan Ar-Ra'yi (الرأي, ahli akal/logika) diberikan kepadanya karena ia memiliki pemikiran yang tajam, dan banyak menggunakan qiyas dan logika dalam memecahkan masalah saat ia tidak menemukan hadits shahih atau riwayat dari sahabat lainnya. [2] [4] Rabi'ah berasal dari golongan mawla (hamba yang dibebaskan). [1] [3] Ayahnya Abu Abdurrahman Farrukh telah pergi berperang bersama pasukan Islam pada saat ia dilahirkan, dan ia dibesarkan oleh ibunya di Madinah. [4] [5] Ia banyak belajar dari beberapa Sahabat Nabi dan para Tabi'in senior. [3] [4] Para guru Rabi'ah antara lai...